Friday, November 7, 2008

Petualangan di Perut Bumi

Journey to The Center of The Earth
Director: Eric Brevig
Scriptwriter: Michael Weiss, Jennifer Flackett, Mark Levin (based on Jules Verne’s Novel)
Cast: Brendan Fraser, Josh Hutcherson, Anita Briem
Executive Producer: Brendan Fraser
New Line Cinema, Walden Media
2008

Trevor Anderson terbangun dari mimpi tentang Max, saudaranya yang hilang beberapa tahun lalu. Max, sebagaimana halnya Trevor, adalah seorang ahli vulkanologi yang hilang dalam perjalanannya yang terakhir. Di hari yang sama saat Trevor terbangun dari mimpi, istri Max menitipkan Sean kepada Trevor selama 10 hari ke depan karena dia sedang mengurus proses kepindahan ke Canada. Selain menitipkan Sean, dia juga memberikan barang-barang peninggalan Max kepada Trevor. Sean yang semula tidak mempedulikan Trevor dan sibuk dengan PSP-nya mulai tertarik saat Trevor melihat-lihat barang milik Max serta menceritakan kisahnya.

Salah satu barang peninggalan Max adalah novel lawas karya Jules Verne, Journey to The Center of The Earth, yang menceritakan perjalanan dalam pencarian inti bumi. Dalam buku tersebut terdapat beberapa catatan yang dibuat dengan tulisan tangan oleh Max yang menunjukkan bahwa dia berusaha mencari inti bumi tersebut. Saat itulah di layar komputer Trevor muncul titik ke empat di sebuah gunung berapi di Iceland. Trevor memutuskan untuk ke sana karena dia yakin dia bisa menelusuri jejak Max. Sean memaksa ikut karena ini menyangkut ayahnya.
Mereka mencari akademi yg dipimpin Prof. Sigurbjornsdottir (susah banget namanya, ini juga hasil nyontek di wiki) sesuai petunjuk dari catatan yang dibuat Max. Tapi ternyata akademi itu tidak ada dan mereka malah bertemu Hannah, anak Prof. Sigurbjornsdottir. Hannah mengatakan bahwa ayahnya, dan juga Max, adalah Vernian, orang-orang yang mempercayai bahwa yang ditulis oleh Jules Verne adalah nyata. Hannah bersedia menjadi pemandu untuk mendaki gunung.
Petualangan dimulai saat mereka terjebak di dalam gua saat menyelamatkan diri dari terjangan petir. Mereka memutuskan menyusuri gua tersebut untuk menemukan jalan keluar di sisi lainnya. Trevor nyaris terjun bebas ke jurang yang dalamnya ratusan meter. Menaiki troli di jalur tambang yang juga nyaris memakan nyawa mereka. Menemukan dinding gua yang penuh dengan ruby, emerald, bahkan diamond hingga mereka tidak menyadari bahwa tempat mereka berpijak sangat tipis. Mereka bertemu kawanan burung yang sayapnya bercahaya dan kemudian menemukan sebuah ruangan beserta catatan yang dibuat Max. Jalan keluar dari situ adalah menemukan geiser yang akan membawa mereka ke atas. Mereka harus berkejaran dengan waktu karena suhu makin tinggi. Saat menyeberangi danau mereka bertemu ikan-ikan pemangsa hingga Sean terpisah dari Trevor dan Hannah. Ternyata Sean ditemani oleh salah satu burung bercahaya yang menuntun jalannya menuju geiser. Trevor dan Hannah tiba di sungai tetapi Sean tidak berada di sana.

Sebagai pecinta film fantasi, saia cukup terhibur dengan film ini, meskipun ceritanya sangat standar. Scene and scoring paling bagus saat mereka bertemu dengan kawanan glowing birds. Karena nontonnya di kos dengan audio video player yang standar, efek 3D-nya jadi kurang berasa. Mungkin kalau nontonnya di Theater IMAX film ini jadi lebih keren. Meski dinosaurus dan ikan-ikan di danau kelihatan banget tempelannya. Efek 3D paling berasa saat ketiganya menaiki troli tambang dan menyusuri jalur yang seperti rollercoaster. Seru juga kalau dijadiin salah satu wahana di Dunia Fantasi yang pake layar 3D dan kursi yang bergerak-gerak mengikuti gambar. Lucu juga melihat Sean dan Trevor, dua orang dari dua generasi yang berbeda, terpana melihat Hannah. Dibandingkan dengan film Fraser sebelumnya, sekuel ketiga dari The Mummy, saia lebih terhibur dengan film ini. Apalagi dibandingkan film Josh Hutcherson sebelumnya, Bridge to Terrabithia, ya kerenan yang ini lah… .



Monday, November 3, 2008

Mystic River, Sungai yang Menjadi Saksi

MYSTIC RIVER
Director: Clint Eastwood
Scriptwriter: Brian Helgeland
Cast: Sean Penn, Tim Robbins, Kevin Bacon
2003

Diawali dengan kisah penculikan Dave Boyle saat dia bermain bersama Sean Devine dan Jimmy Markum di tahun 1975. Waktu itu mereka berumur sebelas tahun. Dave berhasil kabur empat hari kemudian dan kembali ke rumahnya, tetapi ada yang berubah.
Adegan kemudian melompat ke masa dua puluh lima tahun kemudian. Katie Markum, anak perempuan Jimmy, mengadakan pesta lajang bersama dua sahabatnya, Eve dan Diane, di beberapa bar pada malam terakhir sebelum dia merencanakan minggat ke Las Vegas dengan Brendan Harris. Itulah saat terakhir orang-orang melihat Katie dalam keadaan hidup. Mobilnya ditemukan di pinggir jalan dekat taman di pagi berikutnya dan Katie sendiri ditemukan tidak bernyawa di bawah layar drive-in di dalam taman dengan luka tembak dan bekas pukulan benda tumpul.

Di malam yang sama saat terbunuhnya Katie, Dave Boyle pulang ke rumah dengan baju berlumuran darah dan dada tersayat pisau. Dia mengaku kepada Celeste, istrinya, bahwa dia berkelahi dengan perampok dan dia berpikir mungkin dia membunuh orang itu.
Sean Devine ditugaskan menyelidiki kasus ini berpartner dengan atasannya, Whitey Powers. Jimmy pun tidak tinggal diam. Dia meminta ipar-iparnya, Savage bersaudara, untuk menanyai orang-orang yang mungkin terakhir kali melihat Katie.
Dave Boyle, salah satu yang berada di bar yang sama dengan Katie dan teman-temannya malam itu, memberikan keterangan yang banyak celah sehingga polisi mencurigainya. Celeste pun mencurigainya sebagai pembunuh Katie, hingga dia memilih meninggalkan Dave.
Setelah mengumpulkan kepingan-kepingan bukti, Sean dan Whitey berhasil memecahkan kasus ini. Saat Sean memberitahukan kabar ini kepada Jimmy dia nampak terkejut. “Kalau saja kau lebih cepat sedikit,” kata Jimmy pada Sean. Dia membunuh orang yang salah.

Dari hasil mengintip IMDB, film ini ternyata banyak dinominasikan dalam Academy Award tahun 2003 termasuk Best Picture dan berhasil meraih dua Piala Oscar untuk kategori Best Actor in a Leading Role (Sean Penn as Jimmy Markum) dan Best Actor in a Supporting Role (Tim Robbins as Dave Boyle). Mystic River juga memenangkan dan dinominasikan dalam puluhan penghargaan lainnya. Saia paling suka Marcia Gay Harden yang berperan sebagai Celeste. Meihat dia langsung mengingatkan saia dengan Mrs. Carmody di film The Mist (yaiyalah… wong dia juga yang memerankannya!) Peran sebagai istri yang resah dengan kebohongan suaminya menjadikannya orang yang gugup dan ketakutan ketika berhadapan dengan orang lain, dimainkan dengan apik oleh Harden.

Film ini mengingatkan saia bahwa novel dengan judul sama yang diadaptasi untuk film ini telah teronggok berbulan-bulan di antara deretan buku di Book Corner. Karena penasaran ingin mengetahui kisah lengkapnya, saia berhasil mengeksekusi novel ini dalam waktu satu minggu.

MYSTIC RIVER (Terj.)
Dennis Lehane
Penerbit Serambi, Jakarta
639 halaman
Cetakan I, Februari 2007

Ada beberapa bagian dalam novel yang tidak digambarkan di film yang memperjelas cerita ini. Pertemanan Jimmy, Sean dan Dave berakhir setelah Dave kembali dari penculikan. Ada yang berubah dalam dirinya sehingga dia merasa orang-orang mulai menjauhinya. Sejak lolos dari penculikan Dave merasa bahwa ada orang lain dalam kepalanya, Anak Lelaki yang Lolos dari Serigala.
Ada masa lalu Jimmy saat dia berusia belasan tahun, menikahi Marita yang kemudian melahirkan Katie. Marita meninggal saat Jimmy berada di penjara karena dikhianati “Just” Ray Harris. Hal itu yang menyebabkan dia melarang Katie berhubungan dengan keluarga Harris. Beberapa tahun setelah keluar dari penjara dia menikahi Annabeth, satu-satunya anak perempuan keluarga Savage. Mereka dikaruniai Sara dan Nadine. Dia tinggal di lantai dua di sebuah flat yang dihuni Savage bersaudara. Dalam film digambarkan bahwa Jimmy dan Dave tinggal dalam flat yang sama padahal seharusnya tinggal sekitar enam blok dari flat Jimmy.
Pemecahan kasus oleh Sean dan Whitey lebih banyak diungkap dalam novel ini. Saat Whitey mencurigai Dave, Sean tidak sependapat. Bukti-bukti forensik menghubungkan mereka dengan kasus-kasus di masa lalu. Pistol yang digunakan untuk membunuh Katie adalah pistol yang sama yang digunakan dalam sebuah perampokan belasan tahun lalu. “Just” Ray Harris dicurigai dalam kasus ini tetapi tidak terbukti. Hingga kini dia tidak diketahui rimbanya sejak dua bulan setelah Jimmy keluar dari penjara. Dave dan Brendan sempat dimasukkan sel karena kasus ini tapi kemudian bebas karena tidak cukup bukti.

Mendekati akhir film ada adegan saat Sean menelepon Lauren dan begitu senang ketika wanita itu berbicara. Ternyata Lauren, istri Sean, sudah hampir setahun meninggalkan Sean untuk mengikuti pertunjukan teater berkeliling negeri di mana dia menjadi manajer panggung. Dia selalu menelepon Sean tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Yang bisa diambil dari kisah ini adalah bahwa sebuah kejadian di masa lalu akan berpengaruh ke perjalanan hidup berikutnya, seperti yang dikatakan Jimmy, “Kalau saja waktu itu aku ikut masuk ke dalam mobil, aku tidak akan punya cukup keberanian untuk menikahi Marita, aku tidak akan memiliki Katie, dan aku tidak akan kehilangan dia seperti saat ini.” Gak tepat seperti itu kata-katanya, tapi intinya ya gitu deh….

Saia lebih suka novelnya karena lebih banyak bercerita tentang usaha Sean dan Whitey untuk mengungkap pembunuhan Katie. Lagi-lagi, saia lebih menikmati novelnya daripada filmnya.

Catatan:
Entah apa yang menjadi alasan penerjemah mengganti nama Markum menjadi Marcus.
Alih bahasa yang terlalu kaku membuat kenikmatan saia melahap novel ini agak berkurang.

Kenapa dikasih judul Mystic River? Baca aja deh novelnya... ato tonton aja filmnya...

Thursday, October 30, 2008

Bawa Bekal Apa Hari Ini?

Semenjak didiagnosa menderita gejala tipes beberapa waktu lalu, setiap hari saia membawa bekal makanan yang tidak merangsang pencernaan. Tanpa cabai, tanpa merica. Benar-benar menu yang sangat tidak menarik untuk dinikmati. Tapi apa boleh buat... Untuk sementara ini saia terpaksa menghindari makanan yang pedas dan asam, yah paling tidak sampai minggu depan. Ini saia lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, gejala demam tifoid itu datang lagi. Oh no...

Menu bekal harian tidak jauh-jauh dari sawi, labu siam, bayam, kacang panjang atau pokcoy. Lauknya pun hanya seputar ayam, ikan, udang atau telur ayam kampung. Ditambah susu bear brand, apel serta camilan seperti brownies, muffin, atau roti. Hehehe, lumayan banyak kan bekalnya? Maklumlah dalam masa pertumbuhan... eh penyembuhan.


Hari ini seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada cabai dan merica dalam bumbu makanan yang menjadi bekal sarapan dan makan siang. Nasi tim, tumis labu siam plus wortel dan sedikit udang, ditambah ayam goreng. Enak?? Jelas lah... siapa dulu yang masak. Tapi ya itu tadi, ada yang kurang pas karena tidak ada cabai atau merica. Kali ini hanya ada tambahan apel dan dua potong wingko babat. Alhamdulillah susu bear brandnya sudah habis kemarin. Mudah-mudahan gak ada lagi teman yang bawain susu bear brand atau susu merek lain. It's enough...

Kadang sampai menelan ludah saat melihat teman di kubikel sebelah sedang makan nasi padang, soto ayam komplit dengan sambelnya, ayam bakar plus sambel juga... Hiks.
Paling sering membayangkan lezatnya ikan patin bakar bambu yang hanya bisa dinikmati di RM. Kalimantan, Cimanggis. Hemmm... Yummy!!!

Wednesday, October 29, 2008

Persiapan Jakarta Menghadapi Musim Penghujan

Beberapa hari ini Jakarta diguyur hujan. Kadang tengah malam, kadang pagi buta, kadang siang, kadang menjelang sore, dan sempat juga di saat jam pulang kerja. Seperti hari ini, pas bangun menjelang waktu shubuh, lagi-lagi ibu kota tercinta diguyur hujan yang cukup deras. Alhamdulillah pas jam berangkat kantor hujan sudah mereda dan menyisakan gerimis kecil yang masih memaksa saia mengenakan jas hujan.

Musim penghujan rupanya sudah mulai melakukan kunjungan rutinnya. Masih lekat dalam ingatan saia, banjir di awal tahun 2007 yang merendam sebagian besar wilayah Jakarta dan nyaris melumpuhkan semua aktivitas masyarakat.

Saat itu orang-orang yang berkuasa di negeri ini sibuk mencari kambing hitam (padahal itu kambing lagi pada asyik nongkrong di pasar kambing di Tanah Abang). Pejabat A bilang, banjir terjadi karena curah hujan yg terlalu tinggi dan kurangnya daerah resapan di kawasan hulu sehingga air dari sana mengalir semua tanpa hambatan ke hilir (Jakarta). Maksudnya sih mau menyalahkan Pemkot Bogor, tapi gak berani ngomong langsung tuh….
Pejabat B bilang, banjir karena pengaruh bulan purnama yang membuat air laut pasang jadi itu air balik lagi ke daratan. Kalau yang ini mau menyalahkan Tuhan kali yaaa, kan yang bikin bulan purnama cuma Tuhan yang bisa.
Kata Pejabat C, banjir karena siklus banjir 5 tahunan . Okelah 5 tahun yang lalu -2002- memang banjir bandang melanda Jakarta, tapi apa 5 tahun sebelumnya dan sebelumnya lagi ada banjir bandang juga?
Pejabat yang lain lagi bilang, banjir dikarenakan pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) belum selesai. Yah, kita buktikan saja nanti kalau BKT sudah jadi, apa benar Jakarta tidak lagi kebanjiran.
Yang paling tragis itu komentar yang keluar dari mulut manis seorang pengusaha yang juga menjabat sebagai menteri dalam kabinet SBY. Waktu itu dia bilang supaya media tidak membesar-besarkan berita tentang banjir karena para pengungsi korban masih bisa tertawa. Yaiyalah..., apa sih yang bisa dilakukan rakyat kecil kecuali menertawakan nasib yang terus menerus tidak berpihak kpd mereka.
Ini hanya beberapa contoh dari komentar-komentar aneh yang keluar dari orang-orang yang berkuasa waktu itu.

Tapi kini ada yang sedikit berubah. Pemerintah DKI Jakarta dan Pemkot seluruh DKI Jakarta rupanya mulai berbenah diri menghadapi musim penghujan tahun ini. Beberapa minggu yang lalu Kali Grogol yang antara lain membelah Kel. Kemanggisan (yang melintas tidak jauh dari tempat saia tinggal) mulai dikeruk. Tadinya saia sempat pesimis, pasti sama saja dengan tahun kemarin saat kali tersebut dikeruk tetapi timbunan hasil kerukan tersebut teronggok di salah satu sisi kali dan lambat laun terkikis oleh hujan serta air yang mengalir di kali tersebut. Tapi ternyata dugaan saia salah. Hari berikutnya timbunan itu telah menghilang dari tempatnya dan Kali Grogol pun siap mengalirkan air di musim penghujan kali ini.
Hal yang sama juga saia lihat di Banjir Kanal Barat yang melintas di bawah Jembatan Jati Bunder, Tanah Abang, yang setiap sore saia lewati. Sungai itu nampak bersih dari timbunan sampah. Saia ingat awal tahun lalu daerah di pinggiran Banjir Kanal Barat di Tanah Abang hampir seluruhnya terendam air. Semoga hal itu tidak lagi terulang.
Di sebuah jalan kecil di Kemanggisan, Jalah H. Saili, yang setiap pagi saia lewati, beberapa waktu lalu di suatu pagi ada sesuatu yang menghambat para pengguna jalan ini. Di sebelah kanan dan kiri sepanjang jalan yang diapit dua selokan ini nampak berkarung-karung hasil pembersihan selokan. Esoknya karung-karung tersebut sudah tidak ada lagi dan Jalan H. Saili kembali lancar ditambah lagi selokan di kanan dan kirinya telah bersih dari sampah dan tanah.
Dari layar televisi saia sempat menyaksikan suatu liputan tentang pengerukan Kali Ciliwung di dekat Pintu Air Manggarai yang selalu dipenuhi timbunan sampah.

Yah, mudah-mudahan kerja keras Pemerintah ini didukung penuh oleh masyarakat. Selokan dan kali yang sudah bersih itu tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sehingga debit air yang bertambah saat musim penghujan bisa disalurkan dengan baik oleh selokan-selokan dan kali-kali tersebut.

Friday, October 24, 2008

Oleh-oleh dari Ladies Class Terakhir

Geli dan terharu. Itulah perasaan yang berkecamuk saat saia membuka lembar demi lembar kertas berukuran sekitar 7x7 cm. Ada dua puluh lembar totalnya. Lembaran-lembaran ini dimasukkan dalam amplop kecil yang di depannya bertuliskan nama saia. Inilah oleh-oleh dari kelas public speaking yang terakhir. Ladies class ini terpaksa dihentikan karena kebetulan arisan yang mendompleng acara ini sudah selesai dan kami mengantisipasi perkenan dari kepala kantor yang baru. Jadi sambil melihat situasi dan kondisi, kelas ini ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan.

Dari kelas terakhir kemarin, Mbak Iis mempresentasikan tentang Ikebana, seni merangkai bunga dari Jepang. Kami juga praktek merangkai bunga, tapi bukan Ikebana karena Mbak Iis tidak sempat mempersiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan. Saat teman-teman heboh merangkai bunga, saia cuma bisa duduk manis melihat kehebohan mereka. Waktu itu masih lemah, letih dan lesu. Hari ke-2 kembali ke kantor setelah terkapar beberapa hari.Sesi berikutnya diisi permainan oleh Mbak Jessy. Permainan inilah yang akhirnya memberi kami oleh-oleh berupa amplop berisi lembaran-lembaran kecil. Inti dari permainan ini adalah bagaimana kesan kita terhadap setiap teman. Kesan itu kita tulis dalam lembaran kecil berukuran sekitar 7x7 cm. Satu lembar untuk satu orang. Kesan yang ditulis boleh lebih dari satu.Dengan berdebar-debar saia baca satu per satu lembaran-lembaran itu. Tebakan saia, pasti banyak yang menulis saia itu jutek, galak, tidak ramah, dan sejenisnya.

Ternyata...

jeng..jeng..jeng.. (scoring pake musiknya Howard Shore)


Setelah melalui proses editing, ada sebagian tidak ditampilkan, inilah hasilnya:

Rajin, pintar, kreatif = 12 suara (jadi terharu niy... qiqiqiqiqi...)
Mandiri, percaya diri = 3 suara (makin melayang deh...)
Pendiam = 6 suara (ini yang bikin ngakak... ternyata banyak juga yang menganggap saia pendiam)
Suka menyendiri = 3 suara (yang ini bener banget)
Galak, jutek, terlalu lugas = 5 suara (hahaha... gak separah yang saia sangka! Kirain sebagian besar bakal nulis ini)

Tidak setuju dengan hasil ini? Mau protes? Ayo.. ayo.. ayo... dibuka complaint center kok. Tapi tidak menjamin bakal ada perubahan signifikan. Lha wong dari sononya udah gitu... susah ngerubahnya.

Sayang sekali kelas public speaking ini mesti berhenti padahal saia merasakan banyak manfaat dari kelas ini. Mulai dari belajar ngomong di depan umum, belajar ngomong in English, sampai pengetahuan yang didapat dari para penyaji. Tiap penyaji dibebaskan memilih topik yang akan dibahas. Penyajiannya juga boleh memilih apakah akan disajikan dalam Bahasa atau in English. Mudah-mudahan kepala kantor yang baru mengizinkan kami mencuri sedikit jam kerja untuk kelas public speaking tiap dua minggu (pas cowok-cowok pada sholat Jumat) seperti yang selama ini berjalan. Yah, minimal pertemuan ini bisa menambah rasa percaya diri untuk berbicara di depan umum.